Jumat, 27 Desember 2013

MBAK BIDAN, BUKAN BU BIDAN

Add caption


Diangkat dari cerita temanku sesama alumni kuliah, kami seorang bidan muda yang belum memiliki anak, alias masih gadis. Tetapi Salah satu dari kami ada yang hamil muda.
Setauku, semua bidan tentunya dipanggil “Bu Bidan”, entah itu sudah menikah atau belum menikah. Temanku yang sudah menikah dan sedang hamil muda bercerita, “Ternyata hamil itu kayak gini yah”, sambil mengelus elus perutnya yang belum membesar, ”seharusnya semua bidan tuh harus sudah merasakan hamil dan punya anak biar gak cuma teori aja yang dia bisa.”
“Ya kalo mual itu, makan sedikit sedikit tapi sering.” Kataku
“Kamu ngomong gitu sesuai teori ka, kalo prakteknya. . Masya Alloh. . pengennya makan tapi perutku menolak trus.” bantahnya.
“Iya juga sih, kalo saat ibu melahirkan gitu, kita sering bilang, sabar buukk, nafas panjang keluarkan lewat mulut.” sahut temenku yang satunya, “Kadang malah di katain, mbak bidan belum pernah ngrasain melahirkan jadi ngomong gitu, sakit mbak. . .” Sahutnya sambil memperagakannya.
“Iya jenk, aku pernah kok di tanya, Mbak sudah menikah belum? ya aku jawab belum, lalu ibunya bilang, kalo udah menikah dan punya anak pasti tau gimana rasanya melahirkan mbak. Ini sakit banget.” tambahku.
“Hahaha. . . hahaha. . “
Aku dan teman – temanku hanya tertawa dengan kisah masing – masing saat praktek dahulu.
Percakapanku dengan ketiga temanku hanya sebatas membahas seperti itu, dalam hatiku “Seharusnya mbak bidan manggilnya, biar ada perbedaan antara yang sudah ibu – ibu dan masih gadis.” :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar