| Add caption |
Diangkat
dari cerita temanku sesama alumni kuliah, kami seorang bidan muda yang belum
memiliki anak, alias masih gadis. Tetapi Salah satu dari kami ada yang hamil
muda.
Setauku,
semua bidan tentunya dipanggil “Bu Bidan”, entah itu sudah menikah atau belum
menikah. Temanku yang sudah menikah dan sedang hamil muda bercerita, “Ternyata
hamil itu kayak gini yah”, sambil mengelus elus perutnya yang belum membesar, ”seharusnya
semua bidan tuh harus sudah merasakan hamil dan punya anak biar gak cuma teori
aja yang dia bisa.”
“Ya kalo mual itu, makan sedikit
sedikit tapi sering.” Kataku
“Kamu ngomong gitu sesuai teori
ka, kalo prakteknya. . Masya Alloh. . pengennya makan tapi perutku menolak
trus.” bantahnya.
“Iya juga sih, kalo saat ibu
melahirkan gitu, kita sering bilang, sabar buukk, nafas panjang keluarkan lewat
mulut.” sahut temenku yang satunya, “Kadang malah di katain, mbak bidan belum
pernah ngrasain melahirkan jadi ngomong gitu, sakit mbak. . .” Sahutnya sambil
memperagakannya.
“Iya jenk, aku pernah kok di
tanya, Mbak sudah menikah belum? ya aku jawab belum, lalu ibunya bilang, kalo
udah menikah dan punya anak pasti tau gimana rasanya melahirkan mbak. Ini sakit
banget.” tambahku.
“Hahaha. . . hahaha. . “
Aku dan
teman – temanku hanya tertawa dengan kisah masing – masing saat praktek dahulu.
Percakapanku
dengan ketiga temanku hanya sebatas membahas seperti itu, dalam hatiku “Seharusnya
mbak bidan manggilnya, biar ada perbedaan antara yang sudah ibu – ibu dan masih
gadis.” :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar