Kamis, 27 Maret 2014

Peran orang tua



Saya pernah mempunyai pengalaman yang sangat mengejutkan. Ada seorang ibu dari keluarga kaya, terpandang. Beliau adalah terlahir dari keluarga yang taat beribadah dan berpendidikan tinggi. Beliau mempunyai anak yang masih Balita, sekolah di TK. Beliau mengajak anaknya di suatu swalayan, beliau membeli es krim dan permen, “Ma, di buang dimana bungkusnya?” tanya anak kecil itu. “Di parit dekat situ aja kak!”jawab ibu itu sambil tetap melihat HP nya. Saya kaget tak menyangka, padahal di samping rumah ada tempat sampah. Saya mendekati, “Adek, buangnya di sini ya! Ini dekat kakak ada tempat sampah!. Tetapi dia tetap membuangnya di parit. Alhasil saya memungut sampah itu dan membuang ke tempat sampah. “Dek, besok lagi kalo mau buang sampah di tempatnya ya, kalo buangnya di parit nanti banjir loh.” Pintaku. Anak dan ibu tadi tidak mengatakan sepatah katapun. Belum sampai di situ, setelah beberapa menit masih dengan ibu dan anak yang sama, “Ma, pengen pipis” pinta anak lelaki itu. Tak berapa lama beliau menggandeng anaknya dan membuka celana di dekat sebuah parit di dekat rumah (tempat membuang sampah tadi). Saat itu sedang ada acara, dan otomatis banyak orang. Saya yang melihat kejadian itu terheran – heran. “Pipis di sini aja ya kak!” Anak itu tanpa rasa malu BAK di situ.
Saya tak habis pikir, bagaimana bisa seorang Ibu dari keluarga terpelajar, terdidik dan kaya, tetapi mendidik anaknya dengan cara seperti itu? Bukankah usia segitu adalah saat dimana orang tua membentuk kebiasaan yang baik. Memory otak anak akan menyimpannya, sekalipun pendidikan dari keluarga seperti itu. Saya tidak bisa membayangkan, jika anak itu sudah besar akankah mempunyai rasa malu untuk mempertontonkan (maaf) alat kelaminnya? Dengan pipis sembarangan seperti itu? Akankah anak itu akan sadar dengan kebersihan lingkungan? sedangkan orang tuanya tidak memberi contoh yang baik untuk dia? Na’udzubillah. .
Pendidikan seperti apa yang seharusnya orang tua berikan untuk anaknya? Tentunya kebiasaan, rasa tanggungjawab, tenggangrasa, membangun karakter yang berkualitas, peduli, empati, dll.
Menurut saya, pendidikan karakter di dalam sebuah keluarga akan membentuk pribadi seorang anak yang seperti apa? itu tergantung dari peran kedua orang tua. Yah . . saya rasa memang harus dari keluarga terlebih dahulu. Setelah itu, terbentuk dari lingkungan tempat tinggal, sekolah dan teman bermainnya. Ini bisa menjadi pelajaran kita semua. Sekian ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar