Saya pernah mempunyai pengalaman yang sangat
mengejutkan. Ada seorang ibu dari keluarga kaya, terpandang. Beliau adalah
terlahir dari keluarga yang taat beribadah dan berpendidikan tinggi. Beliau
mempunyai anak yang masih Balita, sekolah di TK. Beliau mengajak anaknya di
suatu swalayan, beliau membeli es krim dan permen, “Ma, di buang dimana
bungkusnya?” tanya anak kecil itu. “Di parit dekat situ aja kak!”jawab ibu itu
sambil tetap melihat HP nya. Saya kaget tak menyangka, padahal di samping rumah
ada tempat sampah. Saya mendekati, “Adek, buangnya di sini ya! Ini dekat kakak
ada tempat sampah!. Tetapi dia tetap membuangnya di parit. Alhasil saya
memungut sampah itu dan membuang ke tempat sampah. “Dek, besok lagi kalo mau
buang sampah di tempatnya ya, kalo buangnya di parit nanti banjir loh.” Pintaku.
Anak dan ibu tadi tidak mengatakan sepatah katapun. Belum sampai di situ,
setelah beberapa menit masih dengan ibu dan anak yang sama, “Ma, pengen pipis”
pinta anak lelaki itu. Tak berapa lama beliau menggandeng anaknya dan membuka
celana di dekat sebuah parit di dekat rumah (tempat membuang sampah tadi). Saat
itu sedang ada acara, dan otomatis banyak orang. Saya yang melihat kejadian itu
terheran – heran. “Pipis di sini aja ya kak!” Anak itu tanpa rasa malu BAK di
situ.
Saya tak habis pikir, bagaimana bisa seorang
Ibu dari keluarga terpelajar, terdidik dan kaya, tetapi mendidik anaknya dengan
cara seperti itu? Bukankah usia segitu adalah saat dimana orang tua membentuk
kebiasaan yang baik. Memory otak anak akan menyimpannya, sekalipun pendidikan
dari keluarga seperti itu. Saya tidak bisa membayangkan, jika anak itu sudah
besar akankah mempunyai rasa malu untuk mempertontonkan (maaf) alat kelaminnya?
Dengan pipis sembarangan seperti itu? Akankah anak itu akan sadar dengan
kebersihan lingkungan? sedangkan orang tuanya tidak memberi contoh yang baik
untuk dia? Na’udzubillah. .
Pendidikan seperti apa yang seharusnya orang
tua berikan untuk anaknya? Tentunya kebiasaan, rasa tanggungjawab,
tenggangrasa, membangun karakter yang berkualitas, peduli, empati, dll.
Menurut saya, pendidikan karakter di dalam
sebuah keluarga akan membentuk pribadi seorang anak yang seperti apa? itu
tergantung dari peran kedua orang tua. Yah . . saya rasa memang harus dari
keluarga terlebih dahulu. Setelah itu, terbentuk dari lingkungan tempat
tinggal, sekolah dan teman bermainnya. Ini bisa menjadi pelajaran kita semua.
Sekian ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar